Kebocoran Data Pengguna, Apa Efek Bagi Karyawan Tokopedia dan Perusahaan?

Beberapa hari belakangan ini, jagat maya dibuat heboh dengan bocornya data pengguna salah satu market place terbesar di Indonesia, Tokopedia, akibat dari serangan hacker dan kemudian dijual pada salah satu situs juat beli di dark web. Diketahui total data yang bocor adalah sekitar 91 juta akun pengguna dari Tokopedia dengan update terakhir pada bulan maret. Tidak hanya pengguna, kebocoran data juga dialami oleh 7 juta akun merchant.

Jumlah data yang besar, tentu saja membuat banyak penggunanya khawatir akan data pribadi mereka yang tersebar, seperti nama, nomor hp, tanggal lahir, dan beragam data pribadi lainnya. Lantas apa kira-kira dampak yang menghampiri para karyawan, juga perusahaan Tokopedia setelah serangan ini?

Seperti yang dilansir pada situs Teknolagi, Kaspersky yang merupakan salah satu anti virus di dunia mengungkapkan bahwa Tokopedia bisa saja mengalami kerugian dalam hal kepercayaan penggunanya, serta dari sisi finansial perusahaan. Selain itu, ada pula risiko pada hukuman yang bisa mereka dapatkan jika permasalahan ini tidak lekas diatasi dengan serius.

Jika masalah seperti ini tidak dapat teratasi dengan cepat, serta terjadi kembali, tentu saja hal ini akan berdampak pada kepercayaan pengguna mereka kedepannya. Berdasarkan hasil survei dari Kaspersky, sekitar dua puluh Sembilan persen perusahaan yang mengalami kebocoran data, kesulitan untuk mendapatkan pengguna baru pada sistem mereka.

Selain itu, jika kita melihat pada sebuah laporan yang dilakukan oleh Kaspersky, ada beberapa hal lainnya yang berdampak pada karyawan Tokopedia. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa masalah terkait pelanggaran data yang terjadi seperti saat ini memang akan selalu ada kemungkinan untuk terjadi, karena memang tidak ada sebuah sistem digital yang bisa di klaim aman seratus persen.

Saat adanya kejadian kebocoran data seperti saat ini, para karyawan yang memiliki tanggung jawab di area tersebut akan menerima beberapa dampak, seperti harus meningkatkan performa kerja, bahkan hingga malam hari, mendapatkan tekanan yang lebih ekstra dan menyebabkan peningkatan stress pula, serta sebagian dari para karyawan harus merelakan beberapa jadwal yang telah disusun sebelumnya untuk membereskan kasus ini.

Tidak hanya karyawan IT security dengan level staff saja, umumnya pada kasus seperti ini, seorang manajer juga mau tidak mau harus langsung turun untuk memantau hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh timnya untuk kemudian dilaporkan pada manajemen atau bahkan ke publik.