Mengenal Pengertian Pemutih Optik dan Fungsinya

Pernahkah Anda berpikir dari manakah asal warna benda di sekitar kita? Seperti plastik misalnya. Penggunaan produk berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari memang tak bisa dihindarkan. Contohnya saat Anda belanja menggunakan kantung plastik, perabotan rumah tangga yang menunjang kegiatan di rumah, dan lain-lain. Untuk menghasilkan warna putih dari plastik tersebut, ada istilah yang dikenal dengan zat pemutih optik atau optical brightening agent.

Menurut teori yang dikutip dari slideshare.net, pemutih optik adalah zat yang menambah kecerahan bahan karena pembesaran pemantulan sinar, sehingga benda yang diberi zat pemutih optik nampak lebih putih dan cerah.

Bagi Anda yang baru mengenal tentang istilah zat pemutih optik, berikut adalah fungsinya:

  1. Pemutih Plastik

Seperti yang telah dibahas pada paragraf sebelumnya, pemutih optik bisa digunakan untu membersihkan perabot plastik dari noda kuning. Khususnya pemutih untuk perabot berbahan plastik termasuk zat yang aman dan tidak berbahaya apabila bersentuhan dengan makanan.  Untuk mendapatkan produk pemutih plastik , Anda dapat mendatangi toko-toko kimia. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada penjual soal jenis pemutih yang akan dibeli supaya fungsinya tidak disalahgunakan.

  1. Pemutih Tekstil

Pada tekstil, proses pemutihan ini lebih dikenal sebagai proses pengelantangan yang berfungsi untuk menghilangkan pigmen alam agar mudah mendapatkan bahan putih murni merata di seluruh kain. Caranya dengan mempersiapkan bahan untuk pencapan atau pencelupan menggunakan warna muda.

Proses ini umumnya dilakukan pada bahan tekstil yang terbuat dari serat alami seperti sutera, wol, dan kapas. Pengelantangan ini jarang diterapkan untuk serat sintetik atau buatan. Karena serat sintetik tidak terdapat pigmen alam, jadi warnanya sudah putih sejak mengalami proses pemitalan. Proses pengelantangan terdiri dari serat selulosa, serat protein, dan serat buatan.